Cara menghitung HPP dan laba laundry kiloan
Omzet besar belum tentu untung. Hitung biaya bahan, listrik, gas, dan tenaga kerja per kilogram.
Banyak pemilik laundry melihat omzet harian sebagai tanda usaha sehat. Padahal omzet hanya uang yang masuk, bukan sisa yang boleh dibawa pulang. Untuk tahu untung atau tidak, biaya operasional harus dihitung dengan cara yang sama setiap bulan.
Mulai dari biaya yang benar-benar keluar
Kumpulkan biaya satu bulan: deterjen dan pelembut, listrik dan air, gas, plastik kemasan, transportasi, perawatan mesin, sewa, dan gaji. Pisahkan biaya tetap (sewa, gaji) dari biaya yang mengikuti jumlah cucian (deterjen, gas, listrik).
Biaya yang mengikuti jumlah cucian bisa dibagi dengan total kilogram yang dicuci. Hasilnya adalah biaya variabel per kilogram — angka yang berguna saat memutuskan harga layanan kiloan.
Laba kotor kas, bukan laba akuntansi
Untuk usaha kecil, laba kotor kas = uang masuk dari pembayaran lunas dikurangi pengeluaran pada periode yang sama. Angka ini cukup untuk keputusan harian: apakah bulan ini lebih baik dari bulan lalu, layanan mana yang menopang omzet, dan di mana biaya membengkak.
Pisahkan pendapatan berdasarkan tanggal pembayaran (cash basis) dari nilai order berdasarkan tanggal order. Dua angka itu tidak sama ketika pelanggan membayar belakangan. Mencampurnya membuat laporan terlihat lebih baik atau lebih buruk daripada kenyataan.
Periksa setiap bulan, bukan setiap tahun
Bandingkan tiga angka: pendapatan, pengeluaran, dan margin. Jika margin turun dua bulan berturut-turut, periksa kategori biaya terbesar dan layanan dengan omzet tertinggi. Kadang kenaikan omzet justru disertai kenaikan biaya yang lebih cepat.
Washly mencatat pengeluaran manual dan menampilkan laporan pendapatan, pengeluaran, serta laba kotor kas per periode. Tujuannya sederhana: pemilik bisa memeriksa angka tanpa membuka buku catatan.